Cut Loss – Strategi Saat Saham Turun Untuk Menghindari Kerugian~ InformasiResmi.Com
Cut Loss – Strategi Saat Saham Turun Untuk Menghindari Kerugian~ InformasiResmi.Com

InformasiResmi.Com ~ Baru-baru ini dunia saham indonesia mengalami cut loss setelah pengumumam Anies soal PSBB total, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4%.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 144 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi menyentuh Rp 1,4 triliun

Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 30 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 112 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan beli bersih sebesar Rp 2 miliar dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan net buy sebesar Rp 4 miliar.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Saham Turun Drastis?

Saham merupakan jenis investasi yang high risk dan high return. Skala perbandingan risiko baik untuk kerugian dan keuntungannya tidaklah jauh berbeda. Selain itu, kecendrungan turun dan naiknya nilai saham dapat berubah tidak lagi dalam hitungan hari bahkan bisa dalam hitungan jam.

Akan tetapi, godaan terhadap iming-iming keuntungan yang dapat diberikan dalam bermain saham, terkadang membuat orang yang kurang berhati-hati dan akhirnya gagal dalam berinvestasi saham. Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham, ada baiknya harus mengetahui ketika saham turun drastis apakah harus beli, harus jual atau di tahan.

Baca Juga : Istilah-Istilah Saham Yang Harus Diketahui A-Z

Average Down

Inilah salah satu jawaban dari pertanyaan apa yang harus dilakukan ketika harga saham turun. Ya, strategi averaging down merupakan strategi untuk membeli kembali harga saham yang sedang turun. Dengan demikian, maka Anda akan mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah. Misalnya, Anda beli saham BBKP di harga 600. Kemudian, harga saham turun menjadi 500. Nah, Anda dapat membeli kembali saham tersebut di harga 500. Dengan demikian, maka harga rata-rata saham Anda yaitu 550.

Baca Juga : Strategi RUPSLB Bank Bukopin Rombak Jajaran Manajemen

Meskipun begitu, tidak selalu strategi ini mesti Anda lakukan. Jika memang perusahaan tidak lagi memiliki prospek yang cerah di masa depan, kemudian harga sahamnya terus turun, untuk apa lagi beli saham tersebut? Beda halnya jika memang perusahaan memiliki prospek yang cerah di masa depan.

Cut Loss

Apa itu cut loss dalam saham? Istilah cut loss dapat didefinisikan sebagai keputusan untuk menjual saham dalam keadaan rugi. Dengan kata lain, harga jual saham lebih rendah dari harga beli.

Mengalami kerugian ketika berinvestasi saham merupakan suatu hal yang lazim terjadi. Namun, sebagai investor yang baik, Anda harus mampu mengantisipasi kerugian tersebut supaya tidak semakin besar melalui mekanisme cut loss.

Cut loss secara harfiah berarti memotong kerugian. Dalam praktiknya, cut loss menjadi salah satu manajemen risiko dalam investasi yang didefinisikan sebagai aksi menjual saham dalam kondisi merugi (di bawah harga modal) untuk menghindari kerugian yang lebih dalam lagi.

Sebagian investor mungkin menganggap cut loss sebagai suatu hal yang buruk untuk dilakukan. Pasalnya, dengan menjual saham di bawah harga modal dianggap hanya menjadi bentuk realisasi dari kerugian. Padahal, cut loss justru melindungi investor dari kerugian yang lebih besar lagi.

Mungkin, sebagian dari Anda akan memilih untuk menunggu harga saham tersebut pulih. Padahal dengan melihat pergerakan selama dua tahun ditambah dengan penurunan kinerja perusahaan tersebut, potensi harga saham tersebut untuk terus terkoreksi ke harga yang semakin murah lebih besar daripada potensi untuk kembali pulih. Nah, dalam kasus seperti inilah penting untuk Anda harus melakukan cut loss.

Satu hal yang cukup penting pula saat cut loss, yaitu dua tahun adalah waktu terlalu lama untuk Anda menunggu. Jangankan dua tahun, Anda harus mampu mengambil sikap setidaknya kurang dari satu tahun. Sebab, dalam jangka waktu satu tahun tersebut ada begitu banyak saham di luar yang Anda miliki yang dapat memberikan keuntungan bagi finansial Anda.

Umumya, keputusan cut loss ini dilakukan oleh para trader saham yaitu ketika saham yang mereka beli tidak sesuai dengan harapan atau di luar dari trading plan yang mereka buat. Namun, strategi ini juga bisa dilakukan oleh investor, asalkan fundamental emiten tersebut memang sedang bermasalah sehingga prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang sudah tidak lagi menarik lagi atau cenderung merugikan.

Meskipun begitu, Anda juga tidak boleh tergesa-gesa dalam melakukan cut loss. Sebagai investor, penurunan harga saham memang bisa menimbulkan dampak negatif karena valuasi saham menurun. Namun, bukan berarti emiten tersebut berkinerja buruk. Bisa jadi, penurunan harga saham disebabkan oleh faktor eksternal, sedangkan faktor internal perusahaan masih baik-baik saja. Oleh karena itu, cek lagi apa penyebab penurunan harga saham tersebut.

Keep Calm and Dont Be Panic

Dampak turunnya harga saham bagi investor bisa berpengaruh terhadap psikologis. Oleh karena itu, Anda mesti tetap tenang, berpikir positif, dan jangan panik. Kenapa? Ya, jika Anda tidak bisa mengontrol diri, tentu saja Anda akan mengedepankan emosi terhadap apa yang terjadi. Kemungkinan buruknya adalah Anda mengambil keputusan tanpa pemikiran yang matang. Magaimana bisa berpikir matang sementara Anda sedang emosi?

Ingat, harga saham turun adalah hal yang wajar dan lumrah. Mana mungkin harga saham setiap hari naik? Pasti ada penurunan dan koreksi. Jadi, jangan pernah panik ketika harga saham turun.

Jika Anda yakin emiten tersebut memiliki kinerja dan fundamental yang bagus, jangan khawatir, harga saham emiten tersebut pasti akan naik dalam jangka panjang. Inilah salah satu cara mengatasi turunnya harga saham.