Definisi, Fungsi dan Bagian Teleskop

0
57

kali ini Informasiresmi.com akan membahas tentang Teleskop yaitu Pengertian Teleskop, Sejarah Teleskop, Bagian-Bagian Teleskop, Jenis-Jenis Teleskop, Fungsi Teleskop, Cara Kerja Teleskop.

DEFINISI TELESKOP

Teleskop merupakan alat bantu visual (optik) untuk mengamati benda-benda yang jauh, terutama benda-benda yang berada di langit seperti bulan dan bintang. Teleskop dapat melakukan fungsi tersebut karena kemampuannya untuk memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan, sehingga objek dapat dilihat lebih dekat dan lebih jelas. Disebut juga teleskop teropong.

SEJARAH TELESKOP

Hans Lippershey yang merupakan pembuat lensa berasal dari Middleburg, Belanda. pada 2 Oktober 1608 menciptakan instrumen pertama yang disebut teleskop. Teleskop ini memiliki kemampuan untuk memperbesar objek yang diamati hingga lima kali. Setahun kemudian pada tahun 1609, Galileo Galilei menciptakan teleskop pertama yang digunakan dalam astronomi, yang dapat memperbesar hingga 20 kali, sehingga pada tahun 1610 ia mengkonfirmasi teori “alam semesta yang berpusat pada matahari.

Pada tahun 1668, Isaac Newton menciptakan teleskop baru yaitu teleskop yang menggunakan cermin sebagai lensanya. Jadi penemuan ini merupakan titik balik dalam sejarah ilmu pengetahuan. Kemudian pada pertengahan abad ke-17, Havelius, seorang astronom yang berasal dari Jerman membuat lensa teleskop yang memiliki rangka yang terbuat dari kayu setinggi 46 meter.

Selanjutnya Huygens yang merupakan astronom dari Belanda menggunakan teleskop dengan lensa yang berbeda, teleskop juga tidak menggunakan tabung dan hanya terdiri dari dua lensa.

Pada tahun 1897, di Teluk Williams, Amerika Serikat, dibuat sebuat teleskop Yerkes dengan diameter 101 cm, menjadikannya teleskop lensa terbesar di dunia saat itu. Hingga saat ini, teleskop terbesar teleskop Keck yang dibuat di puncak gunung berapi Mauna Kea di Hawaii, teleskop ini memiliki kemampuan melihat area delapan kali lebih besar dari teleskop lainnya.

BAGIAN TELESKOP

Hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami bagian-bagian lensa adalah sebagai berikut:

  1. Lensa cembung (Convex lens) adalah lensa yang mengumpulkan cahaya atau sifat konvergen
  2. Lensa cekung (Concave lens) adalah lensa yang menyebarkan cahaya atau divergen
  3. Cermin cembung (Convex mirror) adalah cermin yang menghamburkan cahaya
  4. Cermin cekung (Concave mirror) adalah cermin yang mengumpulkan cahaya
  5. Jarak pemfokusan (Focusing distance) adalah jarak yang diperlukan lensa atau cermin untuk mengarahkan cahaya ke titik fokus
  6. Bidang pandang (field of view) adalah luas langit atau daerah yang dapat dilihat dan diamati melalui teleskop
  7. Perbesaran jarak fokus teropong dibagi panjang fokus lensa mata
  8. Resolusi (Resolution) adalah jarak terdekat antara dua objek yang masih dapat dilihat sebagai dua objek yang terpisah.

Pada teleskop, bagian yang paling vital dan terpenting adalah lensa. Teleskop mempunyai dua buah lensa positif atau cembung, yang letaknya dekat dengan benda disebut lensa objektif, dan terletak dekat dengan mata (tempat pengamat mengintip) disebut lensa okuler. Di bumi teleskop juga terdapat lensa pembalik, yang berfungsi membalikkan bayangan tanpa perbesaran sehingga bayangan akhir yang terbentuk dapat tegak seperti arah benda aslinya.

Dahulu kala, hanya lensa teleskop dan membingkainya /frame, dan difungsikan, tetapi seiring perkembangan zaman, teleskop juga dilengkapi dengan bagian-bagian berikut:

  • Tabung teleskop (telescope tube), adalah tempat cermin utama berada, tabung ini memiliki diameter 8 inci, tabung memiliki penutup tabung. Di bagian belakang tabung secara visual dibalik ke pemasangan cermin. Panjang fokus dapat diatur dengan memutar kenop yang terletak di bawah visual back
  • Finderscope, teleskop kecil yang dipasang di tabung utama
  • Lensa okuler, merupakan fungsi dari lensa okuler. Lensa mata ini memiliki kunci untuk keamanan sehingga tidak jatuh dan hilang.
  • Mounting, yang lebih dikenal dengan cradle teleskop, sistem penggerak utama pada teleskop, yang dilengkapi dengan tombol pengatur garis lintang, tutup sumbu kutub, skala ketinggian garis lintang untuk menentukan posisi garis lintang pengamat, pemberat untuk mengimbangi sudut jam arah sudut jam. Pada pemasangannya juga terdapat port koneksi yang terdiri dari tombol-tombol termasuk tombol untuk memutar teleskop.
  • Tripod, sebagai kaki tangan untuk menempatkan teleskop di permukaan
  • Half Pillar, untuk menaikkan posisi pemasangan, sehingga dapat mengatur tripod mengenai pemberat tiang saat teleskop sedang digunakan

JENIS TELESKOP

Secara umum jenis jenis teleskop dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Teleskop Reflektor

Teleskop reflektor adalah teleskop yang menggunakan cermin sebagai pengganti lensa untuk menangkap cahaya dan memantulkannya.

Teleskop Refraktor

Teleskop bias terdiri dari beberapa lensa kaca sebagai alat yang digunakan untuk menangkap cahaya dan menjalankan fungsi teleskop. Contoh teleskop refraktor adalah:

Teleskop bumi (Earth telescope)

Teleskop ini disebut juga teropong medan teleskop ligas, yang menghasilkan bayangan akhir pertengahan terhadap arah objek awalnya. Ini diperoleh dari penggunaan lensa cembung ketiga yang ditempatkan di antara lensa objektif dan lensa okuler di dekat mata. Jadi lensa cembung ketiga hanya berfungsi membalikkan bayangan tanpa memberikan perbesaran, sehingga lensa ini disebut juga lensa pembalik.

Teleskop Bintang (Telescopes Star)

Teleskop ini disebut juga teleskop astronomi yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit di luar. Teleskop bintang menggunakan dua lensa positif, masing-masing sebagai lensa objektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, jarak fokus lensa objektif teleskop lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler.

Galileo telescope

Teleskop buatan Galileo dan disebut juga teleskop belanda atau teleskop tonil. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang tegak dan diperbesar dengan menggunakan dua lensa, yaitu lensa positif sebagai lensa objektif yang terletak dekat dengan objek dan lensa negatif sebagai lensa okuler yang terletak di dekat mata pengamat.

Teleskop Prisma (Prism telescope)

Penggunaan lensa teleskop pembalik untuk menghasilkan bayangan akhir yang mengakibatkan bumi tegak menjadi teleskop panjang yang terlihat. Untuk menghindari hal ini, lensa pembalik diganti dengan penggunaan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Prisma berfungsi untuk membalikkan bayangan dengan refleksi sempurna. Teleskop digunakan untuk melihat benda yang sangat jauh sehingga terlihat lebih dekat dan lebih jelas.

Teleskop Katadioptrik

Teleskop yang memiliki sistem kerja yang tidak jauh berbeda dengan kedua jenis teleskop di atas. Karena teleskop ini merupakan gabungan dari teleskop reflektor dan teleskop refraktor, yang menggunakan dua media untuk mengumpulkan cahaya, yaitu cermin dan lensa.

Teleskop juga memiliki peranan penting dalam bidang astronomi, tanpa teleskop para astronom tidak dapat melakukan tugasnya secara detail. Maka setelah teleskop astronomi dipatenkan oleh Galileo, begitu banyak planet dan sistem lain yang berada di tata surya yang dapat diamati, seperti Galileo Galilei secara langsung mengamati planet Venus dan Jupiter dengan teleskop.

Fungsi lain dari teleskop yang baru ditemukan adalah teleskop hubble yang ditempatkan di luar angkasa untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang tersebut akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jelas. Dengan demikian, teleskop ini membantu orang untuk mengamati benda-benda di luar angkasa.

CARA BEKERJA TELESKOP

Prinsip kerja teleskop, hanya mengumpulkan cahaya, baik itu menggunakan lensa yang ada pada teleskop refraktor maupun menggunakan cermin pada teleskop reflektor. Teleskop reflektor menggunakan cermin cekung, yang akan memantulkan cahaya dan bayangan bayangan yang diarahkan oleh sepasang teropong, cermin cekung akan menambah jangkauan sehingga dapat melihat benda yang jauh. Teleskop reflektor memiliki kelemahan yaitu terkadang dapat menimbulkan bayangan yang terkesan tidak fokus.

Lensa utama akan mengumpulkan bayangan dan cahaya yang datang, kemudian dikirimkan ke retina mata melalui media pembiasan. Media pembiasan mata ada lima, yaitu masuknya cahaya dan bayangan yang akan sampai terlebih dahulu ke kornea (lapisan terluar mata), kemudian ke aqueous humor, pupil, badan vitreous, dan terakhir ke retina. Setelah sampai bayangan di retina diteruskan melalui saraf optik ke otak. Kemudian seseorang dapat menafsirkan gambar tersebut.

Demikian penjelasan tentang Teleskop, yaitu tentang Pengertian Teleskop, Sejarah Teleskop, Bagian-Bagian Teleskop, Jenis-Jenis Teleskop, Fungsi Teleskop, Cara Kerja Teleskop, semoga bermanfaat bagi semua.