InformasiResmi.Com ~ Kurs mata uang sendiri merupakan nilai tukar yaitu harga mata uang suatu negara di dalam mata uang negara lain. Kita sudah sering dengar kurs mata uang bahkan tidak jarang ada yang setiap hari mengecek kurs mata uang setiap harinya untuk mengetahui perkembangan di bidang ekonomi.

Kurs dapat mengalami perubahan baik itu apresiasi dan depresiasi. Apresiasi terhadap mata uang suatu negara artinya terjadi peningkatan nilai mata uang negara tersebut dibandingkan dengan nilai mata uang di negara lainnya sehingga mengakibatkan harga produk impor lebih murah sedangkan harga produk ekspor lebih mahal.

Sedangkan depresiasi berkebalikan dengan apresiasi yaitu terjadi penurunan nilai mata uang negara tersebut dibandingkan denagn nilai mata uang negara lainnya. Hal ini mengakibatkan harga produk impor lebih mahal sedangkan harga produk ekspor lebih murah.

Manfaat Kurs Mata Uang Bagi Bisnis

Dengan adanya nilai kurs mata uang ini tentu bermanfaat bagi siapa saja termasuk perusahaan perdangangan internasional ekspor dan impor yang nantinya akan berdampak pada perekonomian negara. Kurs inilah yang nantinya akan menjadi patokan nilai tukar dengan harga yang setara dengan nilai mata uang di negara lain.

Misalnya Indonesia mengimpor barang dari Korea Selatan. Maka tentu Indonesia tidak mungkin membayar barang tersebut menggunakan mata uang Rupiah melainkan membayar dengan mata uang Korea Selatan. Di sinilah kurs berperan penting yaitu berapa uang inonesia yang harus ditukar untuk mendapatkan nilai mata uang korea selatan yang sesuai dengan harga barang tersebut.

Pengaruh Kurs Mata Uang Terhadap Perdagangan Internasional (Bisnis)

Dari yang telah dijelaskan tentang apresiasi dan depresiasi terhadap mata uang negara lainnya, perubahan kurs ini tentu memberikan dampak terkait bisnis perdagangan yaitu ekspor dan impor. Adapun pengaruhnya antara lain :

Pengaruh kurs terhadap hutang piutang

Kurs bukan hanya berdampak pada kegiatan perdagangan ekspor impor namun juga berdampak pada hutang piutang luar negeri. Apabila nilai tukar Rupiah melemah, maka para perusahaan yang memiliki hutang dengan perusahaan asing dapat dikatakan rugi karena nilai hutang akan naik sehingga hutang semakin besar. Maka dari itu para pebisnis harus pintar mengelola hutang piutang dengan perusahaan asing.

Pengaruh kurs terhadap importir

Suatu negara membutuhkan produk-produk luar negeri dalam melakukan bisnis, sama halnya seperti perusahaan nasional maupun internasional. Bahkan masyarakat juga membutuhkan produk impor dalam kehidupannya sehari-hari. Dari sinilah kurs akan menentukan keuntungan yang didapatkan.

Saat Rupiah melemah terhadap mata uang negara asing, uang yang dikeluarkan tentu akan lebih besar dalam mengimpor produk tersebut. Apabila hal ini terus terjadi, tentu para pebisnis akan mengalami kerugian apabila harga produk tidak dinaikkan saat dijual kembali. Namun harga jual yang mahal juga akan berdampak pada masyarakat.

Pengaruh kurs terhadap eksportir

Bagi perusahaan perdagangan eksportir, perubahan nilai tukar mata uang biasanya lebih menguntungkan. Nilai harga jual produk ekspor ke luar negeri akan semakin tinggi dalam Rupiah apabila nilai tukar dari mata uang asing menguat. Hal ini dapat meningkatkan keuntungan yang didapatkan.