Talas Beneng – Indonesia memiliki 4 jenis talas : Colocasia, Xanthosoma, Alocasia dan Cyrtosperma.

Talas Colocasia(talas Bogor) paling banyak dikenal. Talas sumber karbohidrat, mineral (kalsium, magnesium, besi, seng) dan protein. Kandungan protein talas dua kali lebih tinggi dari ubi jalar/ubi kayu. Indonesia memiliki jenis talas besar Xanthosoma undipes K.Kock

Talas Beneng (Beuneur dan Koneng) mempunyai daun lebar, Umbi berukuran besar (15 s.d. 40 kg), Umbi berwarna kuning, Mudah tumbuh dan Daya simpan panjang (s.d. 1 bulan)

PROSES PENGOLAHAN DAUN TALAS

1. Pemetikan Daun

Daun yang dipetik adalah daun yang sudah tua, mengkilap, dan sudah ada semburat kuning nya. Daun muda yang dipetik akan sangat menurunkan kualitas hasil akhir dari talas rajang kering yang dihasilkan

Waktu pemetikan bisa pada waktu pagi hari setelah matahari naik dan embun sdh hilang atau menjelang sore hari

Hindari pemetikan pada waktu hujan, karena bisa merusak kualitas daun

Dipetik dari pangkal batang, tetapi tangkainya kemudian dipotong/dibuang

Daun yang sudah dipetik diletakkan ditempat yang teduh pada posisi tegak agar getahnya tuntas dan terhindar dari terik sinar matahari agar daun tidak rusak/terbakar

2. Pemeraman Daun

Daun diperam dalam ruangan/gudang peram yang teduh dan aliran udaranya lancar.

Sebaiknya daun digantung satu per satu dengan jarak sela antar daun 3-5 cm agar ada aliran udara lancar

Hindari pemeraman  dengan sistem gulung pada usia pemeraman awal/daun masih segar. Penggulungan boleh dilakukan apabila daun sudah layu

Pemeraman dilakukan selama 3-4 hari sampai daun layu dan ada perubahan warna kuning merata pada daun talas

3. Pengurangan Tulang Daun

Daun yang sudah layu dan berwarna kuning rata dibuang tulang-tulang daunnya yang besar


4. Perajangan

Daun dirajang pada kondisi layu dengan lebar perajangan 5 s.d. 6 mm

Daun yang sudah dirajang diletakkan dalam nampan/rigen dengan ketebalan maksimal 2 cm

5. Penjemuran/Pengeringan

Daun yang sudah diletakkan di nampan/rigen bisa dikeringkan. Prosesnya bisa dijemur dengan dengan panas sinar matahari (pada waktu musim kemarau) atau menggunakan tungku/oven (pada musim penghujan)

Daun rajangan dijemur/di oven sampai kering dengan kadar air 12-13%

6. Packing

Daun rajang kering dikemas dalam plastik kedap dengan ukuran timbang 5 kg

7. Packaging

Packing daun rajang kering dalam satuan @5 kg di kemas lagi dalam karton dengan ukuran timbang 20 s.d. 30 kg

Tata Urutan Tanam Talas

1. Bidang tanah/lahan yang akan ditanami talas dibersihkan dari gulma yang ada. Bisa dilakukan secara fisik (dicangkul/didedel/dibesik) ataupun dengan cara kimia, yaitu disemprot dengan herbisida (pembasmi gulam dan rumput) dengan sasaran pra-tumbuh (biji) dan pasca-tumbuh (tanaman gulma/rumput). Jika pembersihan dilakukan dengan cara kimia, tunggu sekitar 3-4 minggu sebelum bidang tanah diolah untuk tahap selanjutnya

2. Galilah tanah untuk membuat lubang tanam dengan ukuran 20x20x20 cm atau 30x30x30 cm. Setengah bagian tanah galian bagian atas di sisihkan ke sebelah kanan lubang tanam. Setengah bagian tanah galian bagian bawah di sisihkan ke sebelah kiri lubang tanam

2. Isilah lubang tanam dengan pupuk organik yang sudah difermentasi, dengan berat sekitar 1-2 kg.

3. Tambahkan dolomite/kapur pertanian 1-2 ons, kemudian campurkan tanah bagian atas yang ada disebelah kanan lubang tanam. Aduk hingga merata. Untuk menyempurnakan proses, lubang tanam dikocor/disemprot dengan nematisida (anti hama akar) seperti agens hayati metharrizium sp. atau beauveria bassiana

4. Sebelum ditanami bibit, lubang tanam sebaiknya didiamkan minimal  1 hari sebelum dilakukan penanaman

Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Bibit yang sudah disiapkan diletakkan dalam lubang tanam yang sudah siap, kemudian di urug dengan menggunakan tanah galian bagian bawah. Apabila memungkinkan, siram air secukupnya (sekitar 1-2 liter). Air penyiraman pertama akan lebih baik jika dicampur dengan pupuk organik cair (POC) untuk menjaga tanah tetap gembur dan mengandung nutrisi untuk membantu pertumbuhan awal dari tanaman yang baru ditanam tersebut. Dosis POC yang disarankan adalah 2.5-5 ml per liter air

Penyiraman tahap selanjutnya dilakukan sesuai dengan kondisi iklim/cuaca yang ada. Apabila tanam di musim kemarau, sebaiknya pada masa awal tanam dilakukan penyiraman rutin 2-3 hari sekali, sampai terlihat tanaman talas sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Biasanya sekitar 2-3 minggu.

SKEMA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

Skema Pembuatan Pupuk Organik dengan Dosis untuk 1 (satu) ton/ 1.000 kg

Bahan Organik

Segala sesuatu yang dapat diurai oleh alam (jasad renik), seperti: daun-daunan, sisa limbah rumah tangga, sisa limbah pasar, limbah peternakan, dll.

Karakteristik:

  • Unsur Nitrogen (N) banyak terdapat dalam pupuk kandang, air seni hewan dan kompos, khususnya dari daun-daunan kecil seperti daun kaliandra, lamtoro, mlandhingan, albasia. Bermanfaat bagi pertumbuhan daun/tunas baru dan akar.
  • Nunsur Phospor (P) banyak terdapat dalam pupuk kotoran unggas (guano). Bermanfaat bagi pertumbuhan/memperkuat batang dan merangsang pembentukan bunga.
  • Unsur Kalium (K) banyak terdapat dalam kompos dari tumbuhan enceng gondok. Bermanfaat bagi penyempurnaan pembentukan bunga dan buah, memperkuat tangkai buah, dan mempercepat proses pengolahan unsur hara dalam tanaman.


Larutan Bio MICRO (Agen Hayati Mikro/Bio Agent)

Larutan yang berisi bakteri-bakteri pilihan yang berguna dalam proses perombakan bahan organik, jenis-jenisnya adalah:

  1. Phosphate Soil Balancing Bacterial (Bakteri penghasil senyawa phospat)
  2. Odorless Bacterial (Bakteri yang mampu mengurangi/menekan terbentuknya amoniak (NH3) dan metana (CH4) yang menyebabkan timbulnya bau busuk)
  3. Decomposer Bacterial (Bakteri pengurai bahan organik)
  4. Photobacter (Bakteri yang membantu proses fotosintesis)
  5. Streptomyces
  6. Actinomycetes
  7. Lactobacillus (Bakteri penghasil asam susu/asam laktat)
  8. Bakteri bermanfaat lain yang sudah diseleksi

Molase/Glukosa/Gula

Larutan yang mengandung gugus gula. Fungsinya adalah sebagai sumber energi bagi bakteri-bakteri yang ada dalam larutan organic fertilizer

PERBANDINGAN ANTARA PUPUK ORGANIK NON FERMENTASI DAN PUPUK ORGANIK HASIL FERMENTASI

Penanaman Talas Beneng

  • Pemilihan bibit,
  • Pengaturan jarak tanam ;
    • Tanpa tegakan 1 x 1 m (8.000-10.000 tanaman/ha)
    • Dibawah tegakan menyesuikan ( 2 x 2 m sampai dengan 3 x3 m, tergantung tanaman utama di atasnya),
  • Penanaman sebaiknya saat awal musim hujan (mangsa 4 atau 6),
  • Membuat lubang tanam sedalam 15-20 cm,
  • Mata tunas tegak keatas,
  • Anakan dan huli semua daun tua dipangkas,
  • Penyulaman maksimal setelah 15 HST,
  • Tutup lubang tanam dengan pupuk organik yang sudah difermentasi dan dicampur dengan tanah

Pemeliharaan Talas Beneng

  1. Penyiangan: saat 3 dan 7 bulan atau tergantung pada gulma yang dapat menurunkan hasil. Sebaiknya dilakukan secara mekanis. Untuk meringankan beban kerja penyiangan, pada 7 HST dapat dilakukan penyemprotan herbisida pra-tumbuh
  2. Pemangkasan daun tua setelah 3 bulan, menyisakan 3-4 daun muda (mempercepa tproses pertumbuhan dan pembesarn umbi)
  3. Pemupukan dasar (150-200 kg NPK/Ha) umur 3 bulan setelah tanam.
  4. PengendalianOPT hasil identifikasi keberadaan organisme pengganggu tanaman (OPT) talas beneng telah dilakukan oleh Tim Untirta. Keberadaan OPT terkendali dengan mekanisme alam(musuh alami).